BILA TIBA SAATNYA
Gulir waktu tetap berjalan
Esok tetap datang
Ada atau tanpa aku
Mentari tetap bersinar
Malam kan datang mengekor
Angin selalu akan berhembus
Meluruhkan daun-daun
Tersapu derai hujan
Hiduplah bersama hari ini
Hiduplah untuk esok
Saat kau melangkah
Tujuan ada didepan
Hanya sesekali
Kau perlu menoleh ke belakang
Tuk melihat
Betapa jauh kau tlah menapak
Betapa kuat kau tlah mendaki
Didepan sana,
Tanpa kelok, tanpa terjal
Ringankan langkahmu
Hangat sinar surya menanti
Biarlah kenangan dalam bingkai
Berbalut debu masa
Ditemani indahnya sepi
Dibawa angin malam
Mengarungi waktu tak berujung
Bersama mimpi tak selesai
Dalam relung terdalam
Tersimpan dalam aliran darah
Berhembus dinafas kita
Kekal dalam alunan doa
Selembut nada Basmallah
Sesejuk airmata dzikir
Kenanglah...
Cintaku tak bertepi
Cintaku tak berkesudahan
Cintaku selalu mengalir
Saat sinar mentari semakin sirna
Angin malam berhembus pelan
Sang Cinta mendongeng:
"Pernah kutawarkan semuanya,
tapi angkuhnya menepis,
menolak mahkota permata,
membuang indahnya jubah kehidupan,
Katanya, hari masih panjang
waktu masih jauh,
ku ingin bermain bersama ombak
menikmati riak buih dahulu,
lalu...
tak sadar ombak menggulung
membawanya tenggelam
tangannya meraih, mencari, menggapai
tubuhnya mencoba ketepian"
Sang cinta bercerita:
"Compang camping nafas tersenggal
menggeletak ditepi pantai
pernah kutawarkan semua, dahulu
dahulu..."
Sang cinta memandang jauh
Perlahan langit menghitam
Kerlip bintang dan rembulan
Menghangati sang cinta
tubuhnya mencoba ketepian"
Sang cinta bercerita:
"Compang camping nafas tersenggal
menggeletak ditepi pantai
pernah kutawarkan semua, dahulu
dahulu..."
Sang cinta memandang jauh
Perlahan langit menghitam
Kerlip bintang dan rembulan
Menghangati sang cinta


No comments:
Post a Comment