Menjelang Senja di Akhir Juni...

Sesaat,
Tersadar...
Dititik ini kuharus berhenti,
Ketika ihklas adalah pilihan,
Seperti subuh membuka hari,
Seperti sore menjelang senja,
Akankah mentari kusapa dengan senyum...
Atau kubiarkan seperti seharusnya...

Saat ikhlas bukan lagi pilihan,
Saat ikhlas adalah jalannya,
Sesaat,
Kudekap bayang cinta,
Sesaat, sebelum sayapnya mengepak,
Menjelajahi ruang asa,

Ketika ikhlas adalah jalannya,
Beribu doa kutaburkan...

300614

Selepas Subuh

Duduklah,
Diberanda ini,
Rasakan angin subuh,
Selagi wudhu-mu belum hilang...
Sejuk hembusnya,
Membelai, mengusap kalbu,
Kembalilah jiwa yang hilang,
Damailah...

Perlahan, semburat pertama
Menyinari hari...
Seperti cinta ini merasuk
Semakin dalam

280614

Untuk Yang Galau (2) Dipilih...Dipilih....Dipilih

Untuk Yang Galau (1) Let It Go - Demi Lovato



Download



Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, Let it go
Turn my back and slam the door

The snow glows white on the mountain tonight
Not a footprint to be seen
A kingdom of isolation, and it looks like I'm the queen
The wind is howling like this swirling storm inside
Couldn't keep it in
Heaven knows I tried

Don't let them in, don't let them see
Be the good girl you always had to be
Conceal, don't feel, don't let them know
Well now they know

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway

It's funny how some distance makes everything seem small
And the fears that once controlled me can't get to me at all
Up here in the cold thin air I finally can breathe
I know I left a life behind but I'm too relieved to grieve

Let it go, Let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, Let it go,
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway

Standing - frozen in the life I've chosen
You won't find me, the past is so behind me
Buried in the snow

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go,
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway...
(let the music go on)
let it go, let it go
Let it go, let it go

Bila Esok....


 waktu tak pernah menjanjikan esok,
selagi ada kesempatan, lakukan yang terbaik,
mungkin esok bukan milik kita lagi.....
180614




Saat Musim Berganti


Dan kemudian,
Seperti kumbang kehilangan sayap
Ku hanya bisa memandang
Tak lagi terbang

Dan kemudian,
Kau seperti kepompong
Menjelma menjadi kupu-kupu
Indah, terbang nan anggun

Dan lalu,
Disepanjang jalan
Dedaunan luruh
Gugur tersapu angin
Aaaahh, sebentar lagi hujan kan datang

Dan akhirnya,
Musim berganti....

- 160614 -

 

* tanpa judul *



Didn't need to ask
Don't know the reason
Everything that I believe
Is right here

Not thinkin' bout tomorrow
Couldn't catch it if I tried
World is spinning too fast
So I'll wait 'til it comes to me

I am you
You are me
We are one
Take me in your arms
And flow through me
I'll flow through you

Steal my breath away
Cause I'm so moved by you
Deeper than I ever thought
Was possible, was possible, it's everything, oh

Difference between me and you
It's all in where your heart lies
And every day's another chance
So let's get it right

I am you
You are me
We are one
Take me in your arms
And flow through me
I'll flow through you

Did you lose yourself out there
Did you lose faith and give up
Don't turn away and hide yourself

Cause there's a friend to make along the way
We are the heartbeat and our souls speak
And all the beauty I have ever dreamed
Is right here in front of me, oh

Is right here in front of me, oh

I am you
And you are me
We are one
Take me in your arms
And flow through me
I'll flow through you

Dari Catatan Perjalanan (4)



Dari hari pertama ku berjumpa dirimu...
Ada pesona yang datang menyergapku...
Mengalir bersama desiran darah...
Mendetak bersama detak jantung...
Kuletakkan dirimu ditempat teristimewa dalam ruang hatiku...
Bersama derai tawamu...
Kerdipan matamu...
Getar suaramu...
Senyum indahmu...
Sentuhan lembutmu...
Dan segala tentangmu...
Masih ada disana...
Bersama detak rasa yang menggelora...berpedar penuh harap...
Akankah kumampu meraih dirimu...

1988

belum pernah ku selesaikan membaca puisi mu itu tanpa ada genangan di kelopak

Tak Terucap

Berdesir
Selalu ada desir dalam kalbu
Seperti sembilu
Memicu rasa tak terucap

Kala cinta datang menyergap
Seperti itu pula
Sepi datang mengukung

110614

Dari Catatan Perjalanan (3)


RASA HARI INI

Seperti dedaunan kering terbawa angin sore, terpinggir dan kelak terlupakan bersama datangnya senja dibayang gelap malam. dan hari esok terus bergulir, seperti kehidupan, ada pagi yang cerah dan ada malam yang hangat. seperti hangatnya sinar mentari pagi, tak terlupakan, walau tenggelam, terbenam dikedalaman samudra, hangatnya terus menghidupi jiwa, tak tergantikan. embun subuh yang dingin, merasuk perih, pilu, disela sujud dan lafal gemetar mengucap asmaMu. dan disetiap hela nafas dan doa berbalut tetes dikelopak mata yang tak kunjung henti, berharap yang terbaik untuk yang tercinta.

(18/9/2013)


Mengendalikan emosi, rasa tak memiliki, rasa diacuhkan, apalagi cemburu sangat susah. Perasaan seperti itu datang dan pergi tanpa pernah kompromi dahulu. Sisi gelap manusia, yg tak pernah diaku karena egois. Hari yang cerah bisa menjadi mendung berkepanjangan karena hal sepele, (ketika rasional datang, dan biasanya selalu diakhir). Itu semua karena rasa sayang, rasa kasih, dan cinta.
Sedang bahagia adalah kata lain, yang diterjemahkan harfiah, sebagai milik sendiri dan dianalogikan bahwa bahagiaku adalah bahagiamu. Padahal tidak. Bahagia adalah saat kekasih, orang tercinta, tersayang dapat merasakan harinya dengan indah, dengan senyum dan terutama tanpa rasa khawatir mengusik sanubarinya. Apa yg telah kulakukan merefleksikan rasa bahagia itu? Mungkin senyum dan hari indah, secara fisik mudah dirasa. Lalu rasa khawatir dalam sanubari? Rasa waswas, rasa tak nyaman? Hanya masing-masing yang bisa menjawab dengan hati sejujurnya kepada diri sendiri.
Namun diatas itu semua, kuingin hari-hari mu bisa kau jalani tanpa rasa khawatir. Mungkin sejenak senyum dan hari indahmu agak pudar, percayalah dengan hilangnya rasa waswas itu, senyum dan hari indahmu akan semerbak kembali.
Bahagiamu, bagiku diatas segala-galanya.
Bahagia dariku hanyalah semu, tak pernah bisa lengkap. Karena aku tak kuasa menghilangkan rasa waswas itu, rasa khawatir itu dari sanubarimu.
Kuceritakan apa yang kulakukan selama ini. Aku matikan semua rasa. Kudengar cerita masa lalumu, tapi tak pernah kusimpan. Sayangnya aku manusia, terkadang meledak juga. Maafkan aku. Lalu hidupmu saat ini, Aku coba buang semua cerita kalian berdua, tak pernah juga kusimpan, sekali lagi aku mohon maaf, selalu tersisa, tak bisa seluruhnya kuhapus. Dari cerita keseharian, yang kurasakan, rasa sayang itu tak akan hilang, selalu ada untuknya. Harusnya aku bahagia, harusnya....
Tidak untuk meminta belas, tak juga untuk mencari simpati. Malam-malam ku selalu ditemani airmata setiap kukenang kau.
Hari bersamamu selalu didamba setiap saat, selalu memberi semangat jiwa.
Bukan merajuk, aku ingin kau renung dan renung lagi, apakah sepadan apa yg telah kau korbankan? Jangan pula berprasangka, kata-kata diatas bukan juga kalimat untuk mengakhiri hubungan indah ini, aku hanya ingin kau memikirkan ulang dengan segala resikonya.
Sesaat kini ketika waktu untuk kita sedang terbatas, saatnya pula kau bisa mencoba mengkaji. Kalau kau tanya sakitkah ketika menulis ini?
Sakit, pedih, perih....tak terkira.

(sekitar Maret 2014)

Dari Catatan Perjalanan (2)

BILA TIBA SAATNYA

Gulir waktu tetap berjalan
Esok tetap datang
Ada atau tanpa aku
Mentari tetap bersinar
Malam kan datang mengekor
Angin selalu akan berhembus
Meluruhkan daun-daun
Tersapu derai hujan
Hiduplah bersama hari ini
Hiduplah untuk esok

Saat kau melangkah
Tujuan ada didepan
Hanya sesekali
Kau perlu menoleh ke belakang
Tuk melihat
Betapa jauh kau tlah menapak
Betapa kuat kau tlah mendaki
Didepan sana,
Tanpa kelok, tanpa terjal
Ringankan langkahmu
Hangat sinar surya menanti

Biarlah kenangan dalam bingkai
Berbalut debu masa
Ditemani indahnya sepi
Dibawa angin malam
Mengarungi waktu tak berujung
Bersama mimpi tak selesai

Dalam relung terdalam
Tersimpan dalam aliran darah
Berhembus dinafas kita
Kekal dalam alunan doa
Selembut nada Basmallah
Sesejuk airmata dzikir
Kenanglah...
Cintaku tak bertepi
Cintaku tak berkesudahan
Cintaku selalu mengalir


Saat sinar mentari semakin sirna
Angin malam berhembus pelan
Sang Cinta mendongeng:
"Pernah kutawarkan semuanya,
tapi angkuhnya menepis,
menolak mahkota permata,
membuang indahnya jubah kehidupan,
Katanya, hari masih panjang
waktu masih jauh,
ku ingin bermain bersama ombak
menikmati riak buih dahulu,
lalu...
tak sadar ombak menggulung
membawanya tenggelam
tangannya meraih, mencari, menggapai
tubuhnya mencoba ketepian"

Sang cinta bercerita:
"Compang camping nafas tersenggal
menggeletak ditepi pantai
pernah kutawarkan semua, dahulu
dahulu..."

Sang cinta memandang jauh
Perlahan langit menghitam
Kerlip bintang dan rembulan
Menghangati sang cinta

Dari Catatan Perjalanan (1)

Cinta selalu berselimut misteri
Seperti datangnya yang tak pernah diketahui

Seperti hembus angin senja
Membuai membawa mimpi-mimpi
Seperti sejuk semilir riak sungai
Suaranya mengalun merdu
Seperti sinar mentari pagi
Terangnya menghangati jiwa
Seperti keajaiban warna pelangi
Semesta menunduk malu
Derunya membahana jagat
Melemparkan diri ke awan

Dan hempasannya...
Tak cukup airmata ini menahan sakitnya
Seperti lukanya yang menggores dalam
Seperti perihnya meluluh lantah
Seperti malam pekat gulita
Seperti tiupan badai
Semua lenyap...
Hanya tinggal senyap, sepi...
Kini...
Telah kumiliki indahnya perih
Hidup ini hanya kepingan

Keajaiban dan misteri
Batasnya setipis sutra
Hanya milikNya


Hari-hari yang tak pernah kulupa
Debar ini selalu ada
Haru yang menggantung
Tak lagi mengusik
Menyatu sudah
Lebur dalam namaku
Tersenyumlah bersama sunyi

Kenanglah,
Seperti matahari
Yang selalu bersinar
Tegaklah,
Tuk sisa waktumu

Senja Memerah

Kalau kau tanya bagaimana perasaanku
Seperti kala senja memerah,
Memandang jauh ke horison,
Hanya sayup terdengar debur ombak memecah
Gemerecik riaknya menyapu pasir pantai
Angin laut bertiup sepoi
Melanggut
Antara sepi dan sedih